Ossama Ali, juru bicara pusat ambulans di Libya timur, mengatakan setidaknya 5.100 kematian tercatat di Derna, bersama dengan sekitar 100 lainnya di tempat lain di Libya timur. Lebih dari 7.000 orang di kota itu terluka.
Juru bicara kementerian dalam negeri Libya timur menyebutkan jumlah korban tewas di Derna lebih dari 5.300 orang, menurut kantor berita pemerintah.
Jumlah kematian kemungkinan akan meningkat karena tim masih mengumpulkan jenazah, kata Ali.
Setidaknya 9.000 orang hilang, namun jumlah tersebut bisa menurun seiring pulihnya komunikasi. Sedikitnya 30.000 orang di Derna mengungsi akibat banjir, kata Organisasi Migrasi Internasional PBB.
Badai juga melanda daerah lain di Libya timur, termasuk kota Bayda, Susa dan Marj. Tim penyelamat mengevakuasi sedikitnya 150 jenazah pada Rabu dari laut lepas pantai Bayda, menjadikan jumlah korban tewas di kota itu menjadi sekitar 200, kata Ali.
Dalam siaran pers WMO, saat bergerak menuju Libya, Badai Daniel mengembangkan karakteristik badai Medicane – MEDIterranean.
Fenomena hibrida ini menunjukkan beberapa karakteristik siklon tropis dan badai garis lintang tengah lainnya. Aktivitas secara historis mencapai puncaknya antara bulan September dan Januari.
Sebelum menghantam Libya, Badai Daniel menyebabkan curah hujan yang memecahkan rekor di Yunani pada tanggal 5-6 September, dengan curah hujan sebesar 750 mm dilaporkan dalam 24 jam di sebuah stasiun di desa Zagora.




