Menurut UNICEF Badai Tropis Nalgae mendarat pada Sabtu (29/10) di Catanduanes dengan lebih dari 3 juta orang tinggal di daerah yang terkena dampak.
Angin kencang dan hujan lebat menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pengungsian di beberapa wilayah di Filipina.
Di Daerah Otonomi Bangsamoro Muslim Mindanao (Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao – BARMM) saja, lebih dari 78.000 rumah tangga dilaporkan terkena dampak banjir dan tanah longsor.
UNICEF sangat prihatin dengan anak-anak dan keluarga yang berisiko dan menegaskan kembali kesiapannya untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Filipina untuk menjangkau anak-anak yang terkena dampak dan keluarga mereka.
UNICEF memiliki kantor lapangan di BARMM dengan staf yang berdedikasi untuk bekerja di bidang air, sanitasi dan kebersihan, kesehatan dan gizi, pendidikan dan perlindungan.
BARMM memiliki beberapa indikator kesehatan, nutrisi, dan kesejahteraan anak yang paling rendah.
UNICEF di Filipina memantau dengan cermat situasi dengan mitra PBB dan mengoordinasikan penilaian dengan otoritas nasional dan lokal.
“Hak-hak anak terancam setiap topan yang menggenangi komunitas mereka. Anak-anak adalah yang paling tidak bertanggung jawab atas peristiwa cuaca ekstrem, namun merekalah yang mengungsi, dalam tekanan mental dan terputus dari sekolah dan rumah sakit. Komunitas di Filipina tidak cukup aman,” kata Perwakilan UNICEF, Oyunsaikhan Dendevnorov, mengutip siaran pers UNICEF, Sabtu.





Komentar tentang post