Senyar kemudian melintasi Selat Malaka dan mendarat di pantai barat Malaysia, Kamis (27/11) sore.
Pelemahan Senyar saat bergerak di Selat Malaka hingga mendekati pendaratan untuk kedua kalinya di Malaysia. Saat pendaratan di Malaysia badai Senyar telah melemah menjadi depresi tropis (tropical depression) dan sistem tekanan rendah.
Menurut BMKG bibit siklon tropis 95B mulai mencapai intensitas siklon tropis dan diberi nama siklon tropis Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.
Di Pulau Sumatra, Senyar membawa hujan lebat dan angin kencang. Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Hingga Jumat (28/11) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia di Aceh 6 orang, Sumut meninggal dunia 55 serta di Sumbar dilaporkan korban meninggal dunia sebanyak 21 jiwa.
Di Kabupaten Benar Meriah, Aceh, dilaporkan 5 orang meninggal dunia dan 9 dinyatakan hilang serta Kabupaten Gayo Lues ada 1 orang meninggal dan 9 orang masih hilang.
Di wilayah Sumatra Utara, total korban jiwa meninggal dunia berjumlah 55 jiwa dan yang masih dinyatakan hilang berjumlah 41 orang.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah 34 jiwa meninggal dunia dan 33 orang masih dinyatakan hilang, Tapanuli Selatan ada 13 orang meninggal dunia dan 3 masih dinyatakan hilang, di Kabupaten Pakpak terdapat 1 orang meninggal dunia dan Tapanuli Utara 3 orang meninggal dunia dan 5 masih dinyatakan hilang.




