Selain itu juga disiapkan bahan pelindung seperti terpal, tali, dan tikar bersama dengan 11 juta aqua tab, 60.000 jerigen, dan 300.000 sabun.
Sekitar 50 hingga 100 pasien dipindahkan ke rumah sakit di Cox’s Bazar, sementara sebagian besar pasien lainnya telah dipulangkan.
Badan tersebut juga bekerja sama dengan otoritas Bhasan Char untuk memastikan mitra dan sektor kemanusiaan tetap waspada dan para pengungsi terus mendapat informasi.
Dengan lebih dari 1.000 relawan, enam tim medis, dan dua ambulans siaga, persiapan meliputi 53 tempat perlindungan topan dan penyediaan makanan untuk 30.000 pengungsi Rohingya yang tinggal di pulau itu, selama 15 hari.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperingatkan bahaya cuaca ekstrem akan lebih sering terjadi karena perubahan iklim di tahun-tahun mendatang.
“Hubungan antara perubahan iklim, migrasi, dan perpindahan semakin mendesak di seluruh dunia,” kata badan tersebut.
IOM menyerukan kepada pemerintah untuk menerapkan adaptasi iklim yang berkelanjutan, kesiapsiagaan, dan langkah-langkah pengurangan risiko bencana untuk mencegah, memitigasi, dan mengatasi perpindahan yang terkait dengan bencana iklim dan memperkuat ketahanan rakyat.
Berbicara dari Cox’s Bazar, wakil kepala misi IOM, Nihan Erdogan, mengatakan bahwa Bangladesh memiliki rencana kesiapsiagaan “besar-besaran”, di mana IOM adalah mitranya.





Komentar tentang post