Siklon tropis Mocha membawa hujan lebat yang menyebabkan banjir, menerbangkan atap dan memutus saluran komunikasi di Myanmar barat pada hari Minggu. Ribuan orang berdesakan di biara, sekolah, dan tempat penampungan kokoh lainnya.
Mengutip Kantor Berita The Associated Press (AP) setidaknya tiga kematian dilaporkan di Myanmar, dan beberapa cedera dilaporkan di negara tetangga Bangladesh, yang terhindar dari serangan langsung.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO melaporkan sebanyak 500.000 peralatan kesehatan darurat antar-lembaga dan 500.000 tablet pemurnian air telah dimobilisasi ke Departemen Penyimpanan Medis Pusat Kementerian Kesehatan Myanmar.
WHO telah menyiagakan 40 ambulans dan 33 tim medis keliling yang bersiaga di Cox’s Bazar, kata juru bicara agensi, Margaret Harris.
Sementara Badan pengungsi PBB (UNHCR) telah menyiapkan sekitar 230 ton makanan kering dan 24,5 ton biscuit. Lembaga bantuan tersebut siap menyediakan 50.000 makanan panas setiap hari, jika diperlukan, kata juru bicara UNHCR, Olga Sarrado.
“Kami khawatir dampak badai dengan curah hujan yang signifikan disertai tanah longsor dan banjir di kamp-kamp di dekat laut,” katanya.
“Akses ke kamp mungkin terhambat, sementara pasokan listrik dan menara ponsel mungkin rusak.”
Badan tersebut melakukan kesiapsiagaan darurat di kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar dan di pulau Bhasan Char, bekerja sama dengan otoritas lokal dan mitra kemanusiaannya.





Komentar tentang post