Dalam kondisi ini, kata PAGASA, banjir dan tanah longsor akibat hujan mungkin terjadi. Terutama di daerah yang sangat rentan terhadap bahaya ini, seperti yang diidentifikasi dalam peta bahaya dan di daerah dengan curah hujan sebelumnya yang signifikan.
Begitu pula dengan angin kencang dan bahaya yang dapat mempengaruhi pesisir. Gelombang laut dengan tinggi 1,5 – 3 meter dapat terjadi di pesisir timur Mindanao.
Kondisi ini mungkin berisiko bagi mereka yang menggunakan kapal laut kecil. Para pelaut disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan saat berlayar ke laut. Jika mungkin, untuk menghindari pelayaran dalam kondisi ini.
JMA mencatat Banyan sebagai Topan No. 23, pada Senin sore dan Selasa dengan kekuatan (jenis) siklon tropis yang berkembang.
Prediksi JMA pada Rabu (2/11) kekuatan Banyan akan menjadi siklon tropis. Sistem ini akan bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot).
Menurut JTWC Badai Tropis 27W (Banyan/Queenie) dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 3,7 meter (12 feet).
Sumber: PAGASA/Filipina, AccuWeather.com, Badan Meteorologi Jepang/JMA dan Zoom.earth/JTWC





Komentar tentang post