Badai Tropis Chan-hom Mendekati Tokyo, Peilou ke Pasifik Utara

Badai tropis (tropical storm) Chan-hom di dekat Tokyo, pada Selasa (11/8) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Chan-hom telah mendekati Tokyo, di Samudra Pasifik barat daya, pada Selasa (11/8) pagi.

Saat ini Chan-hom dengan jarak 466 km timur-timur laut Tokyo atau 356 km timur tenggara Sendai. Chan-hom diperkirakan akan mendarat di Pulau Honshu hari ini.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Chan-hom pada Selasa pukul 06.00 waktu setempat telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 35 km per jam (18 knot).

Sistem ini memiliki tekanan udara pusat 985 hPa (hektopaskal).

Chan-hom – topan Jepang nomor 15 — Mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 23 meter per detik (45 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (65 knot)

Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 500 km (270 NM) dan barat 390 km (210 NM), kata JMA.

Chan-hom selama enam jam terakhir telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 35 km per jam (19 knot). Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 7,6 meter (25 kaki), menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Menurut JTWC, Chan-hom mulai memasuki tahap akhir pergerakannya menuju daratan Jepang. Badai ini mulai bergerak lebih cepat dan berbelok ke arah barat mengitari pusat tekanan rendah di lapisan atmosfer atas yang kuat (deep upper-level low) yang terletak di sebelah selatannya.

Prakiraan intensitas badai sangat dipengaruhi oleh keberadaan pusaran air laut (oceanic eddies) dan interaksi Chan-hom dengan pusat tekanan rendah di lapisan atas atmosfer di sebelah selatan.

Badai ini, kata JTWC, telah melintasi pusaran air dingin pada Senin (10/8), yang berkontribusi pada penurunan aktivitas konveksi dalam (deep convection) dalam jangka pendek.

Badai akan melintasi pusaran air yang jauh lebih hangat dari Arus Kuroshio—dengan suhu permukaan laut mencapai 27–28°C. Kondisi ini berpotensi memulihkan kembali aktivitas konveksi dalam.

Namun, peningkatan wind shear (perbedaan kecepatan/arah angin) dan masuknya udara kering (dry entrainment) yang disebabkan oleh pusat tekanan rendah di dekatnya kemungkinan besar akan membatasi atau bahkan mencegah intensifikasi badai.

Pergerakan badai melintasi wilayah dataran tinggi di Honshu bagian tengah akan menyebabkan Chan-hom melemah dengan cepat hingga di bawah intensitas badai tropis saat mencapai Laut Jepang bagian selatan.

Geseran angin (shear) yang kuat dan udara kering yang terkait dengan pusat tekanan rendah di lapisan atas (upper low) di sebelah tenggara badai pada saat itu diperkirakan akan menghambat proses reorganisasi badai di atas Laut Jepang.

Badai Peilou

Sementara itu badai tropis Peilou bergerak ke timur laut mengarah ke Pasifik utara. Peilou – topan Jepang nomo 16 – memiliki tekanan udara pada pusatnya 992 hPa.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 23 meter per detik (45 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (65 knot), kata JMA.

JMA mengatakan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di tenggara 390 km (210 NM) dan barat-laut 220 km (120 NM).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata JTWC.

JTWC memperkirakan Peilou akan melanjutkan jalur ke arah timur laut yang tertanam dalam aliran monsun barat daya di tepi timur pusaran siklon luas yang terletak di barat.

Sistem ini diperkirakan akan hilang di atas air dalam 2 hari ke depan.

Exit mobile version