Curah hujan selama periode 72 jam hingga Senin pukul 10.30 mencapai 527,5 milimeter. Curah hujan tersebut lebih dari empat kali lipat rata-rata curah hujan di pulau tersebut pada bulan Juli.
Prakiraan curah hujan 24 jam hingga Selasa malam adalah 150 milimeter untuk wilayah Amami dan 80 milimeter untuk Prefektur Okinawa.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan Co-may selama enam jam terakhir, terletak 283 km barat laut Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,9 meter (16 kaki), kata JTWC.
Co-may diperkirakan akan tetap melintasi suhu permukaan laut yang tetap hangat (28–29°C) dan geseran angin tetap kurang dari 35 km per jam (20 knot) sebelum mencapai daratan di selatan Shanghai.
Dalam 30 hingga 36 jam, Co-may diperkirakan akan mencapai daratan dan memulai fase disipasinya akibat interaksi topografi hingga 4 hari ke depan.
Terkait intensitas, Co-may diperkirakan akan mempertahankan kecepatan 65 km per jam (35 knot), kata JTWC.
Cina Timur Bersiap Menghadapi Co-May
Melansir Xinhua, Topan Co-May, kembali menguat menjadi pada Minggu (27/7) malam setelah melemah menjadi sistem tekanan rendah, mendekati Provinsi Zhejiang di Tiongkok timur.




