Rabu, April 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Jejak Keluarga Tom Lembong di Gorontalo

redaksi
29 Juli 2025
Kategori : Kajian
0
Jejak Keluarga Tom Lembong di Gorontalo

Teluk Tomini. GAMBAR: GOOGLE

Oleh : Dr. Funco Tanipu,  (Founder The Gorontalo Institute)

Ketika nama Tom Lembong kembali mencuat di ruang publik karena masalah hukum, banyak yang berfokus pada status tersebut dan perjalanan kariernya sebagai mantan Menteri Perdagangan, politisi, dan teknokrat nasional. Namun, di balik sorotan hukum itu, ada satu hal yang tidak pernah dibahas yakni bahwa latar belakang keluarga Lembong memiliki akar sejarah pendidikan di Gorontalo dan perjuangan panjang, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Mengapa Keluarga Lembong Memilih Gorontalo?

Gorontalo menjadi pusat penting dalam kawasan Teluk Tomini karena perpaduan antara posisi geografis strategis, kelimpahan sumber daya alam, dan kebijakan politik lokal yang terbuka terhadap perdagangan antarbangsa. Terletak di antara jalur pelayaran utama yang menghubungkan Ternate di utara dan Makassar di selatan, Gorontalo berfungsi sebagai pelabuhan transit dan simpul logistik dalam jaringan perdagangan regional. Komoditas ekspor seperti emas, kopra, rotan, dan hasil hutan lainnya menjadi daya tarik utama kawasan ini, terutama pada abad ke-17 hingga ke-19, yang menjadikannya pusat pertemuan kapal dagang dari berbagai etnis dan bangsa.

Dalam dinamika itu, etnis Tionghoa memegang peran strategis. Mereka datang sebagai pedagang emas dan barang dagangan lainnya, menjalin hubungan langsung dengan penambang lokal, dan mengekspor emas, bahkan ke pasar internasional. Di Gorontalo, mereka membentuk kampung-kampung dagang bersama komunitas lainnya seperti Bugis, Arab, dan Minahasa. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat jaringan ekonomi, tetapi juga memperkaya struktur sosial budaya kota pelabuhan ini. Meski sempat dibatasi oleh kebijakan monopoli VOC, aktivitas mereka tetap berlanjut bahkan melalui jalur perdagangan informal, menunjukkan ketahanan dan fleksibilitas ekonomi mereka.

Halaman 1 dari 9
12...9Selanjutnya
Tags: Etnis TionghoaFarmasigorontaloteluk tominiTom Lembong
Bagikan14Tweet9KirimKirim
Previous Post

Badai Tropis Co-May Mendekati Pesisir Cina Timur

Next Post

KKP Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Telur Penyu Lintas Negara

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Bisnis Telur Penyu Masih Menggiurkan

KKP Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Telur Penyu Lintas Negara

TERBARU

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Bibit Siklon Tropis 92S Berada di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

AmsiNews

REKOMENDASI

Perubahan Iklim Dapat Menyebabkan Kerugian Pengiriman $25 Miliar Setiap Tahun

Bibit Siklon Tropis 92S Saat Ini Bergerak di Selatan Jawa Timur

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Pesisir

Bibit Siklon Tropis 99S di Selatan Nusa Tenggara Timur

Tuna Sirip Kuning Mulai Masuk ke Teluk Tomini

Banjir Merendam Sejumlah Wilayah di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.