Darilaut – HIngga akhir Juli tahun ini, sejumlah negara di berbagai belahan bumi sedang menghadapi risiko panas ekstrem.
Tercatat di Amerika Serikat, hingga 24 Juli, hampir 100 juta warganya berada di bawah peringatan dan imbauan terkait panas, termasuk untuk panas yang “berbahaya”.
Panas ekstrem juga melanda sebagian besar Afrika Utara dan Timur Tengah. Iran melaporkan gangguan parah pada pasokan listrik dan air.
Wilayah Mediterania dan Balkan sedang dilanda gelombang panas ketiga di musim panas ini. Hal ini telah mendorong penutupan tempat-tempat wisata populer, mengganggu aktivitas luar ruangan, pertanian, dan ketenagakerjaan, serta berdampak besar pada kesehatan.
Kondisi ini juga memicu kebakaran hutan, yang telah menelan korban jiwa dan memperburuk kualitas udara.
Eropa mencatat Juni terpanas sepanjang sejarah. Gelombang panas besar – yang diperparah oleh suhu permukaan laut yang tinggi di Laut Mediterania bagian barat – menyebabkan ‘tekanan panas yang sangat kuat’ di sebagian besar wilayah Eropa barat dan selatan.
Di tingkat global, Juni ini merupakan Juni terpanas ketiga yang pernah tercatat, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (US National Oceanic and Atmospheric Administration) dan Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa (EU’s Copernicus Climate Change Service).




