Sistem kemudian membentuk Depresi Tropis 17 W dan diperkirakan menjadi badai tropis Jumat (23/9).
JMA menginformasikan Kamis (22/9) pada pukul 15.00 waktu setempat, sistem dengan kekuatan siklon tropis ini berada pada posisi tengah (derajat) 26.9 N – 136.5 E.
Sistem ini bergerak ke barat laut dengan kecepatan 25 km per jam (13kno) dan tekanan udara pusat 1004 hPa.
Prediksi pada Jumat kekuatan sistem ini menjadi siklon tropis yang berkembang. Bergerak ke barat laut dan tekanan udara pusat 1000 hPa.
Begitu pula pada Sabtu (24/9) kekuatan siklon tropis yang berkembang ini bergerak ke Timur Laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot).
JTWC mengatakan Depresi Tropis 17W terletak 533 km barat-barat laut Iwo To.
Selama 6 jam terakhir sistem ini telah bergerak ke barat laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot).
Diperkirakan kondisi lingkungan sedikit menguntungkan yang dicirikan suhu permukaan laut yang hangat (28 – 29°C), dan arus keluar kutub yang kuat disebabkan palung tingkat atas, yang terletak di barat laut 17W.
Saat sistem mendekati pantai Jepang, diperkirakan akan mulai menghadapi geseran tingkat rendah yang lebih kuat sebelum mendarat di daratan Honshu, dekat kota Tahara, Prefektur Aichi, Jepang hanya setelah 36 jam.
17W akan berlanjut di jalur timur laut di atas tanah dan menghadapi medan yang kasar, di mana intensitasnya akan berkurang dengan cepat dan kemungkinan menghilang dalam 2 hingga 3 hari di atas tanah. Namun, masih ada sedikit peluang bagi sistem untuk menghilang di atas air.





Komentar tentang post