Jumat, September 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gelombang Panas dan Mencairnya Gletser Dapat Membangkitkan Patogen Purba

redaksi
14 Juli 2025
Kategori : Berita, Iklim
0
Panas di Spanyol, Portugal dan Afrika Utara Karena Perubahan Iklim

Ilustrasi gelombang panas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Wilayah Indonesia biasanya sudah berada di musim kemarau, saat ini masih menghadapi terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir dan cuaca ekstrem. Sementara di negara lainnya mengalami panas ekstrem dan banjir.

Program Lingkungan PBB (UNEP) memperingatkan peningkatan risiko kesehatan bagi lansia (lanjut usia) seiring dengan meluasnya gelombang panas ekstrem di banyak negara dan menjadi “kenormalan baru”.

Dalam Laporan Frontiers 2025 yang diterbitkan pada Kamis 10 Juli 2025, dampak lain yang disorot dari perubahan iklim termasuk mencairnya gletser yang membangkitkan kembali patogen purba dan banjir yang berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya.

Edisi ke-7 Laporan Frontiers, The Weight of Time – menghadapi era baru tantangan bagi manusia dan ekosistem, merupakan bagian dari inisiatif Foresight Trajectory UNEP menyoroti isu-isu lingkungan yang muncul serta solusi potensial.

Edisi pertama pada tahun 2016, telah memperingatkan meningkatnya risiko penyakit zoonosis, empat tahun sebelum pandemi COVID-19.

Laporan ini dirilis ketika masyarakat di seluruh Tiongkok, Jepang, India, Eropa, AS, dan negara-negara lain menghadapi panas ekstrem dan banjir selama berminggu-minggu.

Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen, mengatakan, gelombang panas merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terjadi dan mematikan, bersama dengan banjir dan menyusutnya lapisan es.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang PanasInger AndersenPatogen PurbaPelestarian GletserPerubahan IklimUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Badai Tropis Nari Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan

Next Post

Bangkitnya Mikroba ”Zombie” Purba

Postingan Terkait

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

11 September 2026
Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

11 September 2026

Bibit Siklon Tropis di Dekat Vietnam, Laut Cina Selatan

Lebih Dari 4.600 Titik Panas di Kalteng dan Kalbar, BMKG: Memicu Meluasnya Sebaran Asap

Kebakaran Hutan dan Lahan Berkepanjangan di Seluruh Indonesia, Tercatat 50 Ribu Kasus Saluran Pernapasan

Gempa Darat M 4,7 Guncang Donggala Sulawesi Tengah

Pusat Data AI Boros Energi

Ini Kebijakan Terbaru Kegiatan Civitas Academica UNG ke Luar Negeri

Next Post
Salju Abadi di Pegunungan Jayawijaya di Ambang Kepunahan

Bangkitnya Mikroba ”Zombie” Purba

TERBARU

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

Bibit Siklon Tropis di Dekat Vietnam, Laut Cina Selatan

Lebih Dari 4.600 Titik Panas di Kalteng dan Kalbar, BMKG: Memicu Meluasnya Sebaran Asap

Kebakaran Hutan dan Lahan Berkepanjangan di Seluruh Indonesia, Tercatat 50 Ribu Kasus Saluran Pernapasan

Gempa Darat M 4,7 Guncang Donggala Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Logam Tanah Jarang Dibutuhkan untuk Pembangunan Industri Energi

Aturan Baru Perjalanan dengan Transportasi Laut

Sampah Plastik di Masa Pandemi Covid-19 Cemari Ekosistem Laut

Ratusan Ikan Ditemukan Mati di Indiana

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Papua

Ketua Dewan Pers: Saya Berharap AMSI Mendorong Media Punya Kedaulatan Digital

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.