Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Jawa Timur dan Bali, serta hujan lebat – sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Angin kencang di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Bali, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, dan Laut Arafuru bagian Barat.
Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Sawu, dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT, kata BMKG.
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) tekanan tropis 16U) telah bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,8 meter (19 kaki), kata JTWC.
Mengenai intensitas, kata JTWC, siklon diperkirakan akan terus menguat selama 24 jam ke depan, karena lingkungan tetap menguntungkan dengan suhu permukaan laut yang hangat antara 29 – 30°C, geser angin minimal kurang dari 20 km per jam (10 knot), dan aliran keluar yang mendukung di lapisan atas atmosfer.




