Banjir tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi sehingga debit air Sungai Sangkub meluap. Pantauan TRC BPBD pada tinggi muka air berkisar 30 hingga 75 cm.
Peristiwa ini mengakibatkan 70 rumah warga terendam. Di samping itu, sebanyak 4 KK atau 11 jiwa mengungsi ke tempat yang aman.
Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga Rabu (22/9) sebanyak 303 rumah warga masih terdampak banjir. Banjir ini sudah berlangsung sejak Senin lalu (20/9).
Ketinggian muka air yang berkisar antara 30 hingga 100 cm tak hanya merendam perumahan warga, tetapi juga fasilitas umum dan aset lain warga, seperti lahan dan tambak.
Pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu per hari ini (22/9), pukul 17.00 WIB, menyebutkan 636 KK atau 2.095 jiwa terdampak. Belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.
BPBD juga mendata sejumlah fasilitas umum yang terdampak, antara lain tempat ibadah 5 unit, fasilitas Pendidikan 4, kantor desa 3 dan fasilitas kesehatan 3. Sedangkan aset warga, seluas 583 hektar tambak dan 285 hektar pertanian terdampak.
Di Lombok Tengah, angin kencang merusak 17 unit rumah warga. Sebanyak tiga desa terdampak yakni Desa Monggas yang terletak di Kecamatan Kopang, Desa Montong Terep dan Desa Mertak Tombok di Kecamatan Praya. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan turunnya hujan yang berlangsung pada Rabu (22/9).





Komentar tentang post