Insiden serupa banjir bandang juga telah dilaporkan di Belgia, Belanda, Prancis dan Swiss minggu ini. Beberapa bagian London mengalami hujan selama satu bulan dalam sehari, menyebabkan banjir bandang yang parah di seluruh kota.
Selain di Eropa Barat, sungai-sungai juga meluap di Austria utara, Eropa Tengah pada 17 Juli, menyebabkan kerusakan yang meluas di beberapa kota di negara bagian Salzburg.
Melansir Floodlist.com, banjir terjadi di jalan-jalan kota Hallein menyebabkan sejumlah kerusakan. Sungai Almbach, yang bertemu dengan sungai Salzach di Hallein, meluap lebih dari 1,7 meter dalam waktu beberapa jam pada 17 Juli.
Banjir di kota itu telah surut dan menunjukkan kerusakan material yang signifikan dan operasi pembersihan telah dimulai. Tidak ada laporan korban jiwa.
Kondisi yang sama parah, dilansir Euronews.com, juga terjadi di New York, AS, yang mengalami banjir Kamis lalu sebagai akibat dari Badai Elsa.
Perubahan Iklim Global
Ketika Amerika dan sebagian Eropa mengalami pola cuaca yang tidak menentu dan suhu malam yang memecahkan rekor, para ilmuwan iklim semakin khawatir tentang masa depan cuaca di tahun-tahun mendatang.
Kemungkinan banjir secara signifikan akan meningkat karena pola cuaca ekstrim yang disebabkan oleh perubahan iklim global. Perubahan geografi tanah juga berperan dalam meningkatkan banjir.





Komentar tentang post