Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengenaskan, Paus Moncong Cuvier Mati dengan 40 Kilogram Plastik di Perut

redaksi
19 Maret 2019
Kategori : Berita, Orca, Sampah & Polusi
0
Cuvier’s Beaked Whale

FOTO: MUSEUM KOLEKTOR D’BONE

SEEKOR paus moncong cuvier (Cuvier’s Beaked Whale) ditemukan mati di pantai Kota Mabini, Provinsi Compostela Valley, Filipina, pada Sabtu (16/3). Setelah dilakukan nekropsi, didalam perut paus ini ditemukan 88 pon plastik atau setara dengan 40 kilogram plastik.

Paus dengan nama ilmiah Ziphius capirostris ini ditemukan terdampar sehari sebelumnya. Upaya menyelamatkan paus ini dilakukan dengan mengembalikan lagi ke laut lepas.

Namun, sehari kemudian, paus itu terdampar kembali dalam keadaan mati.

Sejumlah aktivis lingkungan kembali mengingatkan plastik yang banyak di lautan, sebagai tersangka utama penyebab kematian paus ini.

Pendiri Blue Planet Society, John Hourston mengatakan, paus cuvier’s beaked whale memangsa makanan di laut dengan cara mengisap ke dalam mulut, plastik ini dikira sebagai makanannya.

“Paus cuvier’s beaked whale sangat rentan terhadap kemungkinan menelan plastik karena menyerupai spesies mangsa utama mereka, cumi-cumi,” kata John Hourston seperti dikutip Global Citizen.

Menurut Presiden Museum Kolektor D’Bone, Darrell Blatchley, paus dengan panjang 4,5 meter ini terlihat kurus dan mengalami dehidrasi. Sebelum mati, paus ini muntah darah. Kematian paus ini karena mengalami dehidrasi dan kelaparan.

“Paus ini mati karena memakan plastik,” kata Darrell Blatchley kepada Global Citizen.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Filipinapaus moncong cuvierPaus Spermapaus terdamparsampah plastik
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

BMKG Bekali Nelayan dengan Pemahaman Cuaca dan Iklim

Next Post

Ilmuwan Meminta Presiden Putin Lepaskan Paus Orca dan Beluga

Postingan Terkait

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

20 Oktober 2026
Penangkapan Tidak Berkelanjutan, 10 Tahun Lagi Ikan Nike Menghilang di Perairan Gorontalo

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

20 Oktober 2026

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Area Hutan dan Lahan Terbakar di Indonesia Tahun 2026 Hampir 2 Juta Hektare

Singapura Memiliki Otoritas Memberi Sanksi Penyebab Polusi Asap Lintas Batas

32 perusahaan di 7 Provinsi Kena Sanksi Administratif dan Proses Pidana Kebakaran Hutan

Dua Gunung Es Antartika Terlepas, Hanyut Ribuan Kilometer Menuju Georgia Selatan

Next Post
Paus orca

Ilmuwan Meminta Presiden Putin Lepaskan Paus Orca dan Beluga

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Area Hutan dan Lahan Terbakar di Indonesia Tahun 2026 Hampir 2 Juta Hektare

Singapura Memiliki Otoritas Memberi Sanksi Penyebab Polusi Asap Lintas Batas

AmsiNews

REKOMENDASI

Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan Ditutup dengan Konser K-pop Malam Ini

Tiga Hal Tentang Ubur-ubur

Kapal Hybrid Penangkap Rajungan Ramah Lingkungan

Bibit Siklon Tropis 31P Terletak di Laut Arafura

Kapal Angkatan Laut Thailand Tenggelam Saat Patroli

Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut Lepas Mengikat Secara Hukum

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.