Banjir kembali terjadi pada Rabu 26 Juni 2024. Bencana ini terjadi di Kelurahan Bugis dan Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kelurahan Donggala dan Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Pada Rabu (3/7/2024) lokasi di Talumolo kebanjiran. Material tanah, pasir dan batu-batu telah menutup badan Sungai, hingga jembatan kecil. Lonsoran dan material lumpur juga terjadi di Leato Utara yang memutus lalu lintas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di kompleks Pelabuhan Gorontalo.
Banjir terjadi lagi pada Sabtu (6/7) hingga Minggu (7/7) di beberapa titik di Gorontalo.
Di sejumlah lokasi yang dilanda banjir tersebut, ada yang sudah lebih dari satu kali rumahnya dimasuki air.
Seperti yang terjadi pada Sabtu malam di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, air rembesan dari pegunungan dan perbukitan menggenangi rumah-rumah. Lokasi ini berdekatan Kantor Kelurahan Talumolo.
Air dari perbukitan ini menuju ke sungai kecil yang tak bisa lagi menampung curah hujan karena sudah tertimbun material pasir dan batu kecil bercampur dengan sampah berbagai jenis.
Banjir dan longsor juga terjadi Lokasi tambang rakyat di Suwawa Timur, Bone Bolango, yang mengakibatkan ratusan orang menjadi korban.




