BPBD setempat mencatat 765 KK atau 3.060 jiwa terdampak peristiwa ini.
Banjir merenggut nyawa tiga siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) dan dua lainnya luka-luka tertimpa tembok pembatas bangunan di belakang panggung terbuka MTs N 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10).
Hasil kajian sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, peristiwa robohnya tembok itu diduga karena kehilangan kemampuan menahan volume genangan air dari luar sekolah yang terus naik oleh hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, faktor lain yang diduga menjadi penyebab terjadinya genangan di lokasi kejadian adalah karena buruknya sistem drainase, sehingga menyebabkan air gorong-gorong meluap.
Di samping itu, posisi sekolah juga berada di dataran rendah yang di sekitarnya terdapat saluran penghubung (PHB) Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.
BPBD Provinsi DKI Jakarta juga melaporkan bahwa hingga pukul 18.00 WIB, terdapat beberapa genangan di beberapa titik lokasi di wilayah Jakarta Selatan. Terdapat 17 ruas jalan dan 41 RT yang terendam genangan air.
Sebanyak 2.436 warga dilaporkan mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Aceh Timur, Provinsi Aceh, Jumat (7/10). Warga sebagian besar mengungsi di Balai Dusun, Meunasah, Masjid dan Dayah.





Komentar tentang post