Banjir meluas hingga mengakibatkan 13 kecamatan terdampak banjir, antara lain Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Muara gembong, Cibitung, Cabangbungin, Cikarang Utara, Pebayuran, Sukawangi, Sukatani, Setu, Cikarang Timur, Cikarang Barat dan Tambun Selatan.
Warga terdampak hingga mencapai 5.672 KK, sedangkan hingga Sabtu lalu (6/2) tinggi muka air antara 10 hingga 150 cm. Data BPBD setempat per Minggu (7/2), banjir mengakibatkan 15 rumah rusak ringan dan 8 lainnya rusak berat.
Di Kota Bekasi, banjir juga melanda 6 kecamatan yaitu Kecamatan Rawalumbu, Medan Satria, Bekasi Timur, Bekasi Barat, Jakasampurna dan Bekasi Utara. Hujan lebat yang terjadi pada Minggu (7/2), pukul 00.30 WIB, menyebabkan tinggi muka air antara 20 hingga 60 cm.
Di DKI Jakarta Basarnas melakukan kesiapsiagaan terhadap banjir dan angin kencang. Berdasarkan pantauan dari Pos Pantau Pintu Air Kali Ciliwung yang berada di wilayah Jabodetabek menunjukkan beberapa peningkatan seperti Sunter Hulu (siaga 1).
Kemudian Pasar Ikan dan Pintu Air Marina Ancol (siaga 2), selanjutnya Pesanggrahan, Angke Hulu, Katulampa, Depok, Manggarai, Karet, dan Cipinang Hulu (siaga 3). Bertambahnya debit air ciliwung tersebut juga menyebakan aliran kali meluap dan akhirnya masuk ke rumah warga yang berada di bantaran kali tersebut.





Komentar tentang post