Darilaut – Observatorium Hong Kong (HKO) telah mengumumkan Topan Super (Super Typhoon) Ragasa dapat membawa gelombang badai yang signifikan. Permukaan air di pesisir pelabuhan diperkirakan akan naik sekitar 2 meter, pada Rabu (24/9).
Menurut HKO, ketinggian air diperkirakan akan mulai naik Rabu setelah pukul 06.00 waktu setempat dan mencapai puncaknya pada pagi atau sore hari, umumnya mencapai sekitar 3,5 hingga 4 meter di atas garis batas.
Ketinggian air di Pelabuhan Tolo kemungkinan akan mencapai 4 hingga 5 meter di atas garis batas. Warga diimbau untuk segera mengambil tindakan pencegahan yang tepat, kata HKO.
Untuk mengatasi potensi banjir akibat Topan Super Ragasa, Departemen Layanan Drainase (DSD) telah menerapkan sejumlah langkah operasional khusus.
Departemen Layanan Drainase, Departemen Teknik Sipil & Pembangunan (CEDD), dan Departemen Dalam Negeri (HAD) mengadakan konferensi pers bersama pada Senin (23/9) untuk merilis penilaian risiko banjir terbaru dan memberikan pengarahan kepada publik tentang langkah-langkah tanggap darurat yang sesuai.
DSD telah meningkatkan jumlah tim tanggap darurat menjadi total 200 orang untuk menangani banjir dan membersihkan saluran drainase di berbagai distrik di seluruh kota, serta menempatkan robot pompa bertenaga tinggi yang siap siaga di beberapa lokasi dengan risiko banjir yang lebih tinggi.




