Investasi satu dolar AS dalam layanan hidrometeorologi dapat menghasilkan keuntungan sebesar US$9, kata Manaenkova. Namun angka ini merupakan rata-rata global dan angka regional dan nasional dapat bervariasi.
Meski begitu, masih banyak korban jiwa akibat bencana seperti gelombang panas, banjir, tanah longsor, dan badai tropis, katanya. Dan kerugian ekonomi semakin bertambah.
Secara absolut, angka tersebut merupakan yang tertinggi di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya. Namun dampak nyata yang paling besar terjadi pada negara-negara berkembang.
“Jika kita membandingkan secara relatif kerugian ekonomi di negara-negara kurang berkembang dan negara-negara berkembang di kepulauan kecil yang terkadang bisa mencapai di atas 100 persen Produk Domestik Bruto,” katanya, mengutip siaran pers WMO.
“Satu badai tropis dapat menghambat pembangunan selama bertahun-tahun,” ujar Manaenkova.
Penjabat Direktur Jenderal Otoritas Meteorologi Tanzania dan Wakil Ketua IPCC, Dr Ladislaus Chang’a, mengatakan, puluhan orang tewas dalam hitungan hari saat banjir dahsyat di Tanzania dan, yang terbaru, Somalia.
Kata Ladislaus, ”Jika kita mampu memperkuat layanan iklim, kita akan mengurangi dampak yang terkait dengan kejadian ekstrem.”
Menyelamatkan nyawa dan harta benda adalah pekerjaan paling penting layanan meteorologi dan hidrologi nasional, apalagi saat ini, “kita mengalami peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian ekstrem,” ujar Ladislaus.




