BRIN, menurut Indi, mendorong penguatan surveilans aktif pada satwa liar, hewan domestik, dan manusia, serta peningkatan kapasitas diagnostik di berbagai daerah. Deteksi dini dinilai krusial untuk mencegah meluasnya penularan jika virus berpindah ke manusia.
Pendekatan One Health menjadi strategi utama dalam kesiapsiagaan menghadapi Nipah virus. Pendekatan ini menekankan kolaborasi lintas sektor antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan dalam memantau serta mengendalikan penyakit zoonotik.
“Tantangan ke depan adalah keterbatasan data epidemiologi dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap risiko zoonosis. Edukasi publik harus diperkuat agar masyarakat memahami bahaya kontak dengan satwa liar dan konsumsi pangan yang berpotensi terkontaminasi,” ujarnya.
Indi berharap hasil riset yang dilakukan BRIN dapat menjadi dasar kebijakan nasional dalam pencegahan penyakit emerging dan re-emerging.
“Penguatan riset, surveilans, dan kesiapsiagaan adalah kunci agar Indonesia mampu menghadapi potensi ancaman Nipah virus secara lebih siap dan terukur,” ujarnya.
Makanan yang Terkontaminasi
Menurut WHO virus Nipah adalah virus zoonosis. Biasanya ditularkan dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia.




