Begitu angin kencang memancarkan partikel debu, partikel halus tersebut dibawa oleh difusi turbulen dan konveksi ke tingkat troposfer yang lebih tinggi dan kemudian angin skala besar dapat mengangkutnya dalam jarak jauh.
Partikel debu di atmosfer menyebarkan dan menyerap radiasi matahari dan mengubah awan serta proses radiasi dan presipitasinya.
Beberapa pemandangan yang paling mengintimidasi di alam adalah awan gelap pasir dan debu yang menggulung. Ini sebuah fenomena yang mengubah siang menjadi malam dan mendatangkan malapetaka seperti di Cina Utara hingga Afrika sub-Sahara.
Badai pasir dan debu memunculkan tantangan yang berat dan meluas untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dalam dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan.
Badai pasir dan debu telah menjadi perhatian global dalam beberapa dekade terakhir karena dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan, kesehatan, pertanian, mata pencaharian, dan kesejahteraan sosial-ekonomi.
Badai pasir dan debu merupakan elemen penting dari siklus bio-kimia alami Bumi, tetapi juga disebabkan sebagian oleh manusia, termasuk perubahan iklim, dan pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan, serta penggunaan air.
Dampak badai pasir dan debu dirasakan di seluruh wilayah dunia, baik di negara maju maupun berkembang, dan menimbulkan tantangan berat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs).





Komentar tentang post