Celeste Saulo menyerukan kepada pemerintah, otoritas kesehatan, dan organisasi masyarakat untuk bekerja sama dengan layanan meteorologi guna “memandang suhu panas ekstrem sebagai risiko kesehatan masyarakat yang dapat diprediksi.”
WMO bekerja sama dengan berbagai mitra untuk memperkuat layanan iklim bagi sektor kesehatan. Hal ini mencakup upaya membangun jembatan penghubung yang diperlukan antara komunitas kesehatan dan meteorologi, guna memastikan informasi prakiraan cuaca sampai ke tangan otoritas kesehatan pada waktu yang tepat dan dalam format yang tepat demi menyelamatkan nyawa.
Saat El Niño mencapai puncaknya pada akhir tahun 2026, sebagian besar wilayah Belahan Bumi Selatan—termasuk Afrika bagian selatan, Amerika Selatan, dan Australia—akan memasuki musim terpanas mereka pada bulan-bulan awal tahun 2027.
Suhu panas musiman ini akan berpadu dengan dampak El Niño, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, serta paparan asap dan polusi udara yang menyertainya.
Penduduk perkotaan sangat rentan karena bangunan dan jalan raya menyerap panas di siang hari dan melepaskannya secara perlahan pada malam hari.
Kondisi ini membuat kelompok lanjut usia, anak-anak, pekerja luar ruangan, penderita penyakit kronis, serta penghuni rumah dengan ventilasi buruk memiliki sedikit kesempatan untuk memulihkan diri.




