Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo, kegiatan apel kesiapan dan simulasi patroli penegakkan hukum bertujuan untuk memberi pembekalan bagi Para Personil Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, khususnya para personil di Kapal Negara Patroli dan Petugas VTS.
Sementara untuk Selat Lombok merupakan jalur lalu lintas internasional yang memiliki kepadatan tinggi karena keberadaan wisata di sekitarnya. Di sekitar perairan Selat Lombok terdapat Taman Wisata perairan Gili Matra dan Kawasan Konservasi Sumber Daya Laut Nusa Penida.
Dalam hal ini Indonesia telah mencatat sejarah baru sebagai Negara Kepulauan pertama di dunia yang memiliki Bagan Pemisahan Alur Laut.
”Dengan penetapan TSS tersebut, maka keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Sunda dan Selat Lombok dapat terjaga dengan baik, dan pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia, serta mengangkat citra Indonesia di dunia internasional untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia,” ujar Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak M. Dahri, selaku inspektur apel di Dermaga Mirah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (29/6).*




Komentar tentang post