Sistem ini diperkirakan akan bergerak mendekat ke Kepulauan Cocos (Keeling) selama hari Senin (5/1), kata BOM.
Pada hari Selasa, sistem tersebut akan bergerak ke arah barat daya menjauhi Kepulauan Cocos (Keeling).
Menurut BOM angin kencang dengan hembusan angin yang merusak hingga 110 km per jam dapat terjadi di Kepulauan Cocos (Keeling) mulai Senin pagi, jika sistem tersebut bergerak lebih dekat. Begitu pula dengan curah hujan.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center – JTWC) mengatakan 91S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Analisis JTWC menunjukkan kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan dengan geser angin timur laut rendah hingga sedang (10–15 knot), suhu permukaan laut yang hangat (28–29°C), dan aliran keluar ke arah kutub dan barat yang menguntungkan di lapisan atas atmosfer.
Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 91S didukung oleh aktifnya MJO, suhu muka air laut yang hangat (29 – 30°C) di sekitar sistem, dan kelembapan yang tinggi di setiap lapisan.
Selain itu, vortisitas tinggi hingga di lapisan 500 mb, divergensi lapisan atas dalam kategori sedang, suplai angin kencang (inflow) dari Samudra Hindia yang cukup.
Secara umum kondisi lingkungan dan prediksi menunjukan perkembangan sistem secara perlahan, kata BMKG.




