Senin, Maret 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Bisnis Telur Penyu Masih Menggiurkan

redaksi
3 September 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Bisnis Telur Penyu Masih Menggiurkan

Ilustrasi telur penyu. FOTO: DOK. WWF-INDONESIA

DI TAMBELAN, Kepulauan Riau, telur penyu masih marak diperdagangkan. Bisnis telur penyu ini tidak hanya dijual ke Tanjungpinang, bahkan ke Kalimantan Barat hingga Malaysia.

Meski sudah diketahui bahwa penyu termasuk satwa yang dilindungi, perdagangan telur masih terus terjadi. Ada alasan, pendapatan hasil penjualan telur penyu ini untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak.

“Telur penyu ini diperdagangkan di Natuna, Batam, Tanjung Pinang hingga ke Pontianak dan Malaysia,” kata Suwardi dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Karena itu, salah satu lokasi sosialisasi satwa yang dilindungi dilakukan KKP di Kota Tanjungpinang. Di Tanjung Pinang, pemasaran telur penyu ada yang untuk wisatawan lokal, bahkan mancanegara.

Telur penyu yang dijual di Tanjung Pinang ini berasal dari Pulau Tambelan dan sekitarnya. Harga yang dijual ke pengecer Rp 2000 sampai 3000 per butir.

Pengecer akan menjual kembali dengan harga Rp 5000 per butir. Nilai keuntungan yang hampir 100 % didapatkan oleh pedagang, memicu meningkatnya jumlah telur penyu yang diperjual belikan.

Di Kalimantan Barat, telur penyu juga selain untuk konsumsi lokal, juga dijual hingga ke Malaysia. Pemburu menjual telur ke Malaysia karena nilai jual yang lebih tinggi, rata-rata Rp. 4.300 sampai 5.000.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BPSPL PadangPenyuWWF
Bagikan10Tweet3KirimKirim
Previous Post

Tanggul Beton Penghalang Penyu Bertelur di Sulawesi

Next Post

Ada Ritual Memanggil Penyu di Indonesia

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Ada Ritual Memanggil Penyu di Indonesia

Ada Ritual Memanggil Penyu di Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Halima Tumbuh Menjadi Badai Tropis Parah

Hasil Penelitian Gempabumi dan Tsunami untuk Penguatan Sistem Mitigasi Bencana

Sekretariat PPS dan PPK Kabupaten Gorontalo Dapat Pembekalan Pengelolaan Hibah Pilkada 2024

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Politeknik Negeri Manado Teliti Bidang Maritim

Pembangunan Dermaga Tambang Nikel di Morowali Tanpa Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.