Sistem mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan berkisar antara 35–45 km per jam (18–23 knot).
Tekanan minimum di permukaan laut diperkirakan berada di sekitar 998 hPa (hektopaskal).
Citra satelit menunjukkan adanya sirkulasi tingkat rendah yang luas dan memanjang, yang telah mengalami konsolidasi selama 6 hingga 12 jam terakhir.
Data lintasan satelit MetOp-B ASCAT menunjukkan sirkulasi luas yang berada di dalam palung di sebelah timur Hainan.
Analisis menunjukkan kondisi yang dapat mendukung bagi perkembangan sistem, dengan adanya wind shear (perubahan kecepatan/arah angin) tingkat sedang (15 hingga 20 knot) dan aliran keluar (outflow) tingkat sedang ke arah khatulistiwa,
Namun, kondisi ini diimbangi oleh suhu permukaan laut yang hangat (29 hingga 30°C) yang kondusif bagi perkembangan sistem yang lebih kuat.
95W diperkirakan berangsur-angsur akan menguat dan mengalami konsolidasi di Laut Cina Selatan.
Bibit 94W
Bibit siklon tropis 94W dengan nama Filipina ” Neneng” menguat menjadi depresi tropis dan saat ini berada di sebelah timur Taiwan atau selatan Kepulauan Ryukyu, Jepang.
Sistem ini memiliki peluang kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata JTWC.
Bibit 94W mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan berkisar antara 35–45 km per jam (20–25 knot).




