Sementara survei tsunami dilakukan untuk memperoleh informasi lapangan terkait kondisi pesisir dan melakukan verifikasi terhadap dampak perubahan muka air laut setelah kejadian gempabumi.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensi, dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu, menjelaskan survei lapangan dilakukan di sejumlah wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, serta wilayah lain di sekitar Flores.
Data pemetaan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah rumah masyarakat, fasilitas publik, dan bangunan lainnya.
Ayu menggarisbawahi bahwa temuan tersebut masih merupakan observasi sementara. Tim BMKG terus memverifikasi dan mengumpulkan data untuk memperoleh gambaran mengenai distribusi tingkat guncangan, karakteristik kondisi tanah, serta pola kerusakan yang terjadi.
“Instansi atau tenaga teknis yang memiliki kewenangan di bidang struktur bangunan tetap harus memeriksa keamanan struktur bangunan secara lebih detail,” ujarnya.
Deputi Bidang Geofisika, Nelly Florida Riama menjelaskan selain melaksanakan survei teknis, BMKG juga aktif mengoordinasikan dan mensosialisasikan informasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat. BMKG telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai, Manggarai Barat, Sikka, dan Nagekeo.



