Selanjutnya, Bandar Udara Budiarto Curug (Tangerang) beroperasi mulai pukul 01.25 WIB serta Pondok Cabe (Tangerang Selatan) mulai pukul 01.28 WIB, kemudian Muhammad Taufik Kiemas (Sumatra Selatan) pukul 09.31, Radin Inten II (Lampung) pada pukul 09.45, dan Salakanagara Tanjung Lesung (Banten) pukul 09.50.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik yang secara umum berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki (2,13 km) dan bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup sebagian Banten bagian barat laut, Samudra Hindia barat laut Banten dengan kecepatan 5-10 knot (9,3-18,5 km/jam) pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB.
Pantuan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda cenderung cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari, kata Andri.
Gunung Anak Krakatau Erupsi
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih terus erupsi, Selasa (8/9). Sejak Selasa pagi hingga siang, gunung api ini empat kali mengalami erupsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, mencatat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Selasa pukul 11.34 WIB, ”tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik.”



