Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa dahsyat magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) berakhir.
Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia akan menyampaikan apa bila ada informasi baru.
Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7,7 lokasi 30 km timur laut Mbay -Nagekeo NTT, 15 Agustus pukul 04.58.24 WIB, dinyatakan telah berakhir, kata BMKG.
Lokasi yang terdeteksi tsunami telah mencapai wilayah Sulawesi. Wilayah yang telah terdeteksi tsunami ini di Bau-Bau, Bulukumba dan Kolaka.
Sebelumnya, BMKG mengatakan tsunami akibat gempa tersebut terdeteksi di Bakalang Alor 0.14 meter, Bau-Bau 0.30 meter, Bulukumba 0.54 meter, Dompu 0.17 meter, Flores Timur 0.25 meter, Kolaka 0.23 meter, Labuan Bajo 0.36 meter, Maurole-Ende 0.94 meter, Pelabuhan Kewapante-Sika 0.38 meter, dan Sikka 0.19 meter
The United States of Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi Amerika Serikat menyebutkan gempa bumi Laut Flores berkekuatan M 7,7 pada Sabtu pagi terjadi di lepas pantai utara NTT akibat sesar naik (reverse faulting) pada kedalaman dangkal.
Gempa bumi yang terjadi di dekat Ende tersebut, berlokasi di wilayah yang aktif secara seismik dan didominasi oleh konvergensi antara lempeng Australia dan lempeng Sunda.
