Darilaut – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi berpotensi tsunami.
Hasil pemutakhiran peringatan dini tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat delapan wilayah berpotensi tsunami.
Daerah berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan BMKG, status Siaga di Manggarai bagian utara estimasi waktu tiba pukul 05.02.23 WIB, Ngada Bagian utara pukul 05.02.23 WIB, Manggarai barat bagian utara pukul 05.03.23, Ende bagian utara pukul 05.05.23 WIB, Sikka bagian utara pukul 05.13.23 WIB.
Kemudian di Selayar estimasi tiba pukul05.04.23 WIB, Jeneponto pukul 05.15.23 WIB dan Bantaeng pukul 05.46.23 WIB
BMKG juga mengeluarkan waspada tsunami di Pulau Ende pukul 05.03.23 WIB, Pulau Sikka pukul 5.07.23 WIB, Pulau Sangiang pukul 05.09.23 WIB, Bima Pulau Gili pukul 05.12.23 WIB, Flores Timur bagian utara pukul 05.15.23 WIB, Dompu bagian utara pukul 05.19.23 WIB, Kota Bau-bau pukul 05.40.23 WIB, Takalar pukul 05.43.23 WIB, Bone pukul 05.54.23 WIB, Wajo pukul 06.01.23 WIB, Luwu bagian timur pukul 06.36.23 WIB, Kota Palopo pukul 06.39.23 WIB.
Gempa yang terjadi pukul 04.58.24 WIB tersebut terletak 30 km timur laut Mbay-Nagekeo, kata BMKG.
Menurut BMKG kedalaman gempa 15 km, titik koordinat lokasi 8,41 LS – 121,39 BT.



