Yang paling penting adalah kami menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Potensi kebakaran di Gorontalo lebih banyak berada di lahan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama, kara Rusli.
BPBD Provinsi Gorontalo juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kebakaran hutan dan lahan. SOP tersebut akan disebarkan kepada wilayah-wilayah sebagai pedoman dalam melakukan langkah pencegahan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.
Rusli menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polda Gorontalo, TNI, serta relawan dalam memperkuat kesiapsiagaan. Bentuk pencegahan yang akan dilakukan antara lain penyebaran flyer dan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Terkait kondisi cuaca, Rusli menyebut berdasarkan prakiraan, wilayah Gorontalo berpotensi mengalami El Nino lemah yang dapat memicu kekeringan hingga sekitar Agustus sampai September 2026.
BPBD Provinsi Gorontalo pun memastikan kesiapan armada, peralatan, dan personel dalam menghadapi dampak kekeringan, terutama kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air.
“Sebagaimana SOP kami, BPBD akan tetap turun ke setiap wilayah yang mengalami kesulitan air. Armada dan peralatan kami siap,” kata Ruslis, tahun lalu kondisi seperti ini juga terjadi dan dapat kami tangani melalui kerja sama dengan Polri dan TNI.



