Dengan skema pendanaan yang terbuka, BRIN berupaya memastikan riset dan inovasi di Indonesia dapat berkembang secara inklusif, menjangkau lebih banyak pihak, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Tim Layanan Pendanaan Riset dan Inovasi II BRIN, Antho Thohirin menjelaskan lebih rinci terkait ketentuan, mekanisme, serta fokus riset skema RIIM 2025.
Antho mengatakan peneliti dapat memilih skema pendanaan sesuai minat dan kebutuhan penelitian, mulai dari riset dasar, eksplorasi biodiversitas, hingga riset yang diarahkan pada pengembangan prototipe dan produk.
RIIM Kompetisi difokuskan pada riset dasar dan terapan dengan target publikasi ilmiah bereputasi serta paten.
Sementara itu, RIIM Ekspedisi diarahkan untuk menghasilkan koleksi ilmiah baru melalui eksplorasi lapangan di kawasan strategis Indonesia, seperti Papua, Wallacea, Kalimantan, dan Indonesia Barat.
Sejak diluncurkan, program RIIM telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp352 miliar melalui gelombang kompetisi, dengan capaian lebih dari seribu publikasi ilmiah dan ratusan kekayaan intelektual.
Sementara itu, dana RIIM Ekspedisi sekitar Rp23 miliar untuk mendukung penelitian eksplorasi biodiversitas, sosial-budaya, dan arkeologi. Pendaftaran program RIIM dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi: https://pendanaan-risnov.brin.go.id/.




