Selain itu, Heru juga menjelaskan implementasi AI pada sistem komputer dan jaringan (CSN) yang mampu meningkatkan keamanan, efisiensi, serta otomatisasi manajemen jaringan.
“Integrasi AI dalam Agromaritim 4.0 memungkinkan prediksi cuaca, optimasi produksi, serta pemantauan data secara real-time untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Heru, Integrasi AI dapat mempercepat pengambilan keputusan dan mendorong transformasi digital yang berkelanjutan di sektor teknologi dan pertanian.
Sementara itu, Dhani Satria Wibawa menjelaskan tentang peran otomasi dalam transformasi menuju agroindustri cerdas. Transformasi digital di agroindustri itu penting.
Ada 3 (tiga) poin utama, pertama ada tantangan global yang meliputi populasi dunia dan perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan.
Kedua ada solusi digital meliputi presisi dan efisiensi teknologi seperti IoT dan AI memungkinkan penggunaan sumber daya secara optimal. Dan poin ketiga ada agroindustri cerdas yang tidak hanya otomasi tetapi juga integrasi data lintas sektor (rantai pasok, logistik, pemasaran).
“Konsep Agroindustri Cerdas meliputi empat pilar utama yaitu Iot dan Sensor, Big Data dan AI, Robotika dan Otomasi, serta Blockchain,” kata Dhani.
Dhani menjelaskan otomasi adalah kunci menuju agroindustri cerdas yang efisien dan berkelanjutan. Otomasi berperan dalam agroindustri untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya tenaga kerja, mempercepat proses produksi, dan memastikan konsistensi kualitas hasil pertanian.




