Wakil Kepala BRIN, Amarulla Oktavian, mengapresiasi kegiatan ekspedisi ini dan berharap para periset mencatat dengan detail fasilitas di OceanX untuk menjadi referensi pengembangan kapal riset BRIN di masa depan.
“Saya berharap hasil penelitian ini terdokumentasi dengan baik dan semua sampel disimpan di repositori ilmiah nasional sesuai aturan. Kita akan melanjutkan penelitian ini menggunakan kapal penelitian kita sendiri dengan peralatan standar yang tidak boleh kalah canggih,” kata Amarulla.

Megafauna
Peneliti mamalia laut, Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Sekar Mira, menjelaskan bahwa riset ini menemukan jenis-jenis mamalia laut melalui pantauan udara menggunakan helikopter kapal, seperti paus sperma (sperm whales) dan paus berparuh (beaked whales).
Bahkan, kata Sekar, tim menjumpai Indopacetus pacificus yang jika terkonfirmasi akan menjadi catatan baru bagi daftar biodiversitas di perairan Indonesia.
ROV Program Lead OceanX, Andrew Craig, melaporkan langsung dari kapal penelitian canggih OceanXplorer, bahwa penelitian ini mengidentifikasi 14 spesies megafauna selama misi berlangsung.
“Temuan ini terdiri dari 10 spesies mamalia laut, 2 spesies hiu, dan 2 spesies penyu,” ujar Andrew.

Selain menggunakan helikopter, temuan ini didapatkan juga melalui metode revolusioner menggunakan teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding.




