Metode ini menghasilkan maggot, dengan potensi sampah terkelola 15 ribu ton/hari, dan potensi nilai ekonomi per hari sekitar Rp 225 – 300 miliar.
Selain maggot, metode ini menghasilkan pupuk cair dengan potensi sampah terkelola 30 ribu ton/hari, dan potensi nilai ekonomi per hari sekitar Rp 15 miliar.
“Sirkular ekonomi juga menumbuhkan social preneur dalam pengelolaan sampah. Saat ini ada 28 social preneur. Biasanya terdiri dari anak muda. Mereka membuat aplikasi untuk menjemput sampah terpilah dari rumah, dan mereka membelinya,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati.
Secara nasional, indeks kinerja pengelolaan sampah masih relatif kurang. Baru delapan kabupaten/ kota yang termasuk kategori baik dalam pengelolaan sampah.
Bank Sampah
Secara nasional, capaian pengurangan sampah tahun 2020, timbulan sampahnya 67,8 juta ton. Dari target 22%, tercapai 14,17%.
Tetapi dilihat dari tahun 2015-2018 yang berada di kisaran 1,7 – 2,7 %, sedangkan angka di 2019 (13,27%) dan 2020 ini meningkat dengan masifnya pemilahan, daur ulang, dan bank sampah di seluruh Indonesia.
Sementara pada aspek implementasi pemanfaatan limbah B3, KLHK memfasilitasi peningkatan kapasitas pelaku usaha dan membangun sarana prasarana. KLHK membangun fasilitas pemanfaatan oli bekas menjadi sumber energi alternatif di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, dan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.





Komentar tentang post