Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Butuh US$300 Miliar Per Tahun Untuk Mengatasi Krisis Iklim

redaksi
5 November 2022
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Nalgae Mempengaruhi Hampir 1 Juta Warga Filipina

Badai Tropis Parah Nalgae (Paeng) membawa hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Filipina. FOTO: Philippine Coast Guard

Darilaut – Pada tahun 2030 diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi dampak krisis iklim sebesar US$300 miliar per tahun.

Sebuah laporan baru dari Program Lingkungan PBB (UNEP) menemukan bahwa dunia akan membutuhkan lebih dari US$300 miliar per tahun pada tahun 2030 untuk mengatasi dampak krisis iklim tersebut.

Hal ini meliputi kekeringan, naiknya permukaan laut, dan badai yang lebih parah. Beradaptasi dengan krisis iklim akan menjadi beban yang sangat berat bagi negara-negara berkembang.

Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP27) akan berlangsung di kota resor Mesir Sharm el-Sheikh pada 6-18 November.

Membantu negara-negara untuk beradaptasi dengan krisis iklim menjadi agenda penting. Masalah pendanaan diharapkan dapat memainkan peran penting di Sharm El Sheikh.

Para pihak diharapkan meninjau kemajuan untuk menyalurkan US$100 miliar per tahun ke negara-negara berkembang yang bergulat dengan krisis iklim, janji yang dibuat pada tahun 2009 di COP15 di Kopenhagen.

Setelah setahun cuaca ekstrem yang membawa realitas krisis iklim bagi banyak orang, ada harapan bahwa para delegasi akan membuat kemajuan nyata dalam upaya mencegah bencana iklim.

Namun, dengan emisi gas rumah kaca global kembali ke tingkat pra-pandemi, inflasi serta konflik yang mendominasi agenda internasional, ada pertanyaan tentang apakah terobosan itu mungkin dilakukan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Konferensi Iklim PBBKrisis IklimKTT PBBMesirUNEP
Bagikan5Tweet1KirimKirim
Previous Post

Antisipasi Hoaks Menyebar di Masyarakat, AMSI Kembangkan Jurnalisme Pre-Bunking

Next Post

Pelaku Pemalsuan Surat Izin Penangkapan Ikan di Bitung dan Pati Menjalani Proses Hukum

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026
New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

2 November 2026

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Next Post
Pelaku Pemalsuan Surat Izin Penangkapan Ikan di Bitung dan Pati Menjalani Proses Hukum

Pelaku Pemalsuan Surat Izin Penangkapan Ikan di Bitung dan Pati Menjalani Proses Hukum

Komentar tentang post

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

KMP Santika Nusantara Ditarik ke Gresik, Masih Ada Kepulan Asap

Suhu Permukaan Laut Mencapai Rekor Baru Terpanas

Dua Bibit Siklon Tropis Sedang Berkembang di Laut Cina Selatan dan Laut Filipina

Siklon Tropis Maila Masih Bergerak Lambat di Laut Solomon

Biologi dan Ekologi Hiu Paus

Populasi Rendah, Ikan Napoleon Masuk Daftar IUCN dan CITES

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.