“Jika lapisan itu berada di atas lukisan, maka itu memberi kita usia minimum. Artinya lukisan setidaknya setua lapisan tersebut. Jika lapisannya berada di bawah, itu memberi usia maksimum,” kata Prof. Maxime.
Prof. Maxime juga menjelaskan kemajuan teknologi yang digunakan timnya. Metode lama penanggalan uranium biasanya mengharuskan sampel dibawa ke laboratorium dan diproses secara kimia menjadi bubuk.
Kini, tim menggunakan teknologi ablasi laser. “Kami mengambil inti sampel sangat kecil, sekitar lima milimeter, menembus lapisan pigmen. Kemudian kami mengarahkan laser untuk memetakan uranium dan thorium,” ujarnya.
Dengan laser, peneliti dapat memetakan usia di banyak titik dalam satu sampel. Kami bisa menghitung usia di sini, di sini, dan di sini. Usia makin muda ke arah permukaan. Titik yang paling dekat dengan pigmen itulah usia minimum lukisan, kata Prof. Maxime.
Dari pemetaan itu, salah satu sampel di Pulau Muna menunjukkan lapisan berusia sekitar 71,6 ± 3,8 ribu tahun, yang memberikan batas usia minimum sebesar 67.800 tahun bagi cap tangan di Liang Metanduno. Ini berarti lukisan di bawahnya setidaknya setua umur tersebut.




