“Kita semua keluar, kami 24 jam bekerja dengan memgerahkan semua peralatan yang ada, termasuk dari Potensi SAR untuk mencari posisi badan,” kata Kabasarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi di Posko Basarnas Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (30/10).
Jumlah yang terlibat dalam operasi ini secara rinci: Basarnas 201 personil, TNI AD 40 personil, TNI AL 456 personil, TNI AU 4 personil, Polri 58 personil, KPLP 30 personil, Bea Cukai 18 personil, PMI 30 orang, serta dari masyarakat dan nelayan lainnya.
Untuk hasil operasi, hingga siang tadi masih tersimpan 10 kantong yang berisi serpihan pesawat, dokumen korban dan peralatan-peralatan yang terapung, serta potongan tubuh yang mencerminkan milik korban. Semua hasil operasi itu adalah ke DVI Polri jadi dibawa ke RS Kramat Jati.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng – Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pukul 06.20 WIB. Pesawat dengan pesawat pribadi ada 189 orang yang jatuh di kawasan perairan Karawang.*





Komentar tentang post