Ekonomi Media dan Tantangannya
Dari sisi ekonomi media, tahun 2025 seperti melanjutkan trend yang terjadi pada tahun sebelumnya. Disrupsi digital, berkurangnya belanja iklan dari negara dan swasta, mengeringkan pendapatan media.
Termasuk di dalamnya adalah dampak dari perubahan algoritma dari platform raksasa teknologi serta pemanfaatan AI yang meluas. Sejumlah media berusaha bertahan dengan situasi ekonomi yang sulit itu antara lain dengan mengurangi jumlah pekerjanya.
Berdasarkan data yang disampaikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke Dewan Pers, ditaksir lebih dari 800 pekerja media yang di-PHK dari tahun 2024 hingga Juli 2025. Jumlah riilnya lebih besar karena ada sejumlah PHK di media yang belum didapatkan secara pasti datanya. Jika sebelumnya banyak media cetak yang tutup dan memangkas pegawainya, tahun ini yang giliran banyak melakukan PHK adalah televisi dan media digital.
Merespons masalah ini, Dewan Pers menemui Menteri Tenaga Kerja untuk mendiskusikan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah aktual di bidang media ini. Dewan Pers juga meminta kepada media untuk menjadikan PHK sebagai alternatif terakhir.
Jika harus melakukannya, perlu dipastikan hak-haknya yang sudah ditetapkan dalam undangundang harus dipenuhi.




