Di Provinsi Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di sebidang lahan yang berlokasi di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja pada Jumat (7/8) pukul 12.00 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tana Toraja bersama tim gabungan melakukan pemadaman api di lokasi terdampak. Pada Minggu (9/8), tim gabungan masih melakukan pemadaman di dua titik di wilayah Tallang Sura.
Di Maluku Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Halmahera Timur pada Sabtu (8/8). Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yaitu Desa Toboino dan Tukur-tukur di Kecamatan Wasile Timur, Desa Ino Jaya di Kecamatan Wasile Selatan, serta Desa Cemara Jaya di Kecamatan Wasile.
Total lahan terbakar seluas 23 hektare. BPBD Kabupaten Halmahera Timur melaksanakan penanganan bersama tim gabungan dengan menggunakan peralatan sederhana, membuat sekat bakar, dan mengerahkan water truck.
Selanjutnya, dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, dilaporkan karhutla terjadi di Gunung Malanu, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, dan Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (8/8) pukul 22.13 WIT. Luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi mencapai satu hektare.
Selanjutnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, (7/8), sekitar pukul 20.00 WITA. Kebakaran terjadi di kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektare, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.




