Kamis, Agustus 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cegah Gagal Panen Rumput Laut, Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Penghalau Penyu dan Baronang

redaksi
19 Desember 2020
Kategori : Berita, Ide & Inovasi
0
Alih Kegiatan Tambang Emas dengan Perikanan di Gorontalo Utara

Demplot budidaya rumput laut di Desa Buladu, Kecamatan Sumalata Timur, Gorontalo Utara. FOTO: ISTIMEWA

Darilaut – Penyu dan ikan baronang diidentifikasi sebagai salah satu penyebab terjadinya gagal panen rumput laut. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menciptakan alat yang dapat menghalau penyu dan baronang.

Dalam laman Undip.ac.id, alat pengusir penyu dan baronang ini bermanfaat untuk mencegah gagal panen budidaya rumput laut di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Kepulauan Karimunjawa sebagian besar warganya mengandalkan laut sebagai sumber kehidupan. Selain mencari ikan, warga menjadikan budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan, sekaligus usaha yang berkelanjutan.

Dalam kondisi iklim yang ekstrim, pengelolaan rumput laut bisa menjadi kegiatan yang produktif bagi warga. Karena itu, optimalisasi panen menjadi hal yang penting.

Dari pengakuan nelayan yang berkecimpung dalam budidaya rumput laut, mereka sering mengalami gagal panen.

Hasil identifikasi, salah satu penyebab gagal panen rumput laut karena serangan penyu dan ikan baronang. Kedua spesies tersebut dalam konteks budidaya rumput laut dianggap sebagai hama.
Berdasarkan laporan yang ada, serangan penyu dan ikan baronang bisa menyebabkan produksi rumput laut turun sampai 50 persen.

Dalam kondisi harga jual rumput laut yang fluktuatif, penurunan produksi sebesar 50 persen sangat mengganggu pendapatan para nelayan di Karimunjawa.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Budidaya Rumput Lautikan baronangInovasiPenyuUndip
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Dua Bayi Orca Punya Nama Baru

Next Post

Peneliti Pola Gerak Hiu yang Hilang Perairan Gili Tepekong Belum Ditemukan

Postingan Terkait

2019, Terjadi 5 Gerhana

Gerhana Bulan Besok Tak Dapat Diamati di Indonesia

27 Agustus 2026
Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

27 Agustus 2026

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

BMKG Pantau Titik Panas dan Sebaran Asap di Berbagai Wilayah

Ratusan Penerbangan Terganggu Karena Topan Saudel

Typhoon Saudel Makes Landfall on Japan’s Okinoerabu Island, Heading Toward East China Sea

Next Post
Peneliti Pola Gerak Hiu yang Hilang Perairan Gili Tepekong Belum Ditemukan

Peneliti Pola Gerak Hiu yang Hilang Perairan Gili Tepekong Belum Ditemukan

Komentar tentang post

TERBARU

Gerhana Bulan Besok Tak Dapat Diamati di Indonesia

Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Super Dolphin Mengarah ke Selatan Jepang, Bawa Gelombang 13 Meter

Myanmar Butuh Bantuan Mendesak, Korban Tewas Karena Gempa Mendekati 3000 Orang

Topan Koto Melemah Menjadi Badai Tropis di Laut Cina Selatan, Vietnam Bersiap Evakuasi Penduduk

Persiapan PTN-BH, UNG Membahas Penentuan Tarif Layanan

Badai Tropis Mitag di Laut Cina Selatan Mengarah ke Dekat Hong Kong

Paus Pembunuh Ditemukan Mati di Perairan Newfoundland

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.