Darilaut – Penyu dan ikan baronang diidentifikasi sebagai salah satu penyebab terjadinya gagal panen rumput laut. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menciptakan alat yang dapat menghalau penyu dan baronang.
Dalam laman Undip.ac.id, alat pengusir penyu dan baronang ini bermanfaat untuk mencegah gagal panen budidaya rumput laut di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Kepulauan Karimunjawa sebagian besar warganya mengandalkan laut sebagai sumber kehidupan. Selain mencari ikan, warga menjadikan budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan, sekaligus usaha yang berkelanjutan.
Dalam kondisi iklim yang ekstrim, pengelolaan rumput laut bisa menjadi kegiatan yang produktif bagi warga. Karena itu, optimalisasi panen menjadi hal yang penting.
Dari pengakuan nelayan yang berkecimpung dalam budidaya rumput laut, mereka sering mengalami gagal panen.
Hasil identifikasi, salah satu penyebab gagal panen rumput laut karena serangan penyu dan ikan baronang. Kedua spesies tersebut dalam konteks budidaya rumput laut dianggap sebagai hama.
Berdasarkan laporan yang ada, serangan penyu dan ikan baronang bisa menyebabkan produksi rumput laut turun sampai 50 persen.
Dalam kondisi harga jual rumput laut yang fluktuatif, penurunan produksi sebesar 50 persen sangat mengganggu pendapatan para nelayan di Karimunjawa.





Komentar tentang post