Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Pendampingan dari DPL juga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat, kata Rosbin.
Sementara itu, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok, mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sekadar kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rektor meminta mahasiswa terlebih dahulu memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing sebelum menjalankan program.
Prof. Eduart mengatakan manfaatkan masa KKN ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Pahami tema dan program kerja, kemudian sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.
Menurut Rektor, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dan meninggalkan manfaat, yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.
“Jangan menyikapi KKN sebagai formalitas belaka agar tidak terasa memberatkan. Jalani dengan gembira, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.



