Darilaut – Dalam 15 tahun, sejak 2015 hingga 2030 Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital atau 600 ribu talenta digital setiap tahunnya.
Untuk mencapai target tersebut Badan Penelitan dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekera sama dengan Google dan mitra lainnya.
Jumlah 9 juta atau 600 ribu talenta digital setiap tahun tersebut hasil Riset McKinsey dan Bank Dunia.
Dengan adanya dukungan dari Google dan mitra-mitra lainnya, diharapkan Digital Talent Scholarship (DTS) dapat menghasilkan 600 ribu talenta digital di Indonesia sampai tahun 2024 nanti.
Dalam keterangan pers Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo, Hary Budiarto, mengatakan akselerasi transformasi digital membutuhkan sumberdaya manusia yang unggul dengan keahlian terkini. Seperti Big Data Analytics, Cybersecurity, Cloud Computing, Web Developer, Cyber Operations, Data Analyst, Digital Marketing, Graphic Designer, IT Perbankan, IT Project Management, dan Smart City.
Dunia industri khususnya industri digital ini tidak hanya membutuhkan kemampuan hard skills saja tetapi juga butuh dilengkapi dengan soft-skill, atau sering disebut sebagai 21st Century Skills.
“Saya pun menyebutnya sebagai 4C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, serta Communication,” ujar Hary dalam acara Press Event Grow With Google – Digital Talent Scholarship yang berlangsung virtual, Selasa (24/5).





Komentar tentang post