Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Laut Banda Memiliki Keragaman Genus Kelomang Tertinggi di Indonesia

redaksi
22 Juli 2025
Kategori : Berita
0
Laut Banda Memiliki Keragaman Genus Kelomang Tertinggi di Indonesia

Kelomang. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Kelomang suka tinggal di berbagai habitat di pesisir dan laut. Peneliti Pusat Riset Oseanografi (PRO) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat wilayah Laut Banda sebagai kawasan dengan keragaman genus tertinggi di Indonesia.

Peneliti PRO BRIN Tyani mengatakan hasil analisis menunjukkan terdapat 115 spesies Diogenidae yang tersebar luas di 12 ekoregion laut Indonesia, dengan Clibanarius sebagai genus paling dominan.

Dari sisi kedalaman, sekitar 75 persen spesies ditemukan di zona litoral. Sementara, sebagian kecil lainnya mencapai kedalaman hingga 727 meter.

Ini menunjukkan daya adaptasi luar biasa terhadap variasi habitat.

“Salah satu spesies, Paguropsis andersoni, hidup mulai dari zona litoral hingga batial di kedalaman kurang lebih 500 m,” ujar Tyani,  saat acara Oceanography Biweekly Meeting (OBM), Senin (14/7).

Hasil penelitian ini juga mengungkap preferensi substrat yang beragam. Artinya, kelomang suka tinggal di berbagai habitat, yaitu pasir pantai, terumbu karang, hutan mangrove, sampai batu-batu di pesisir.

Sementara, tempat favorit mereka yaitu pantai berbatu dan pasir halus. Karena di sanalah mereka bisa mencari cangkang dan makanan dengan lebih mudah.

Tak sekadar mengoleksi data, riset ini membuka peluang baru dalam konservasi laut. Dengan memahami distribusi spasial dan ekologinya, kita bisa menilai peran vital Kelomang Diogenidae dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut Indonesia, kata Tyani.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINIndikator Kesehatan LautKelomang
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Peneliti Ajak Pelajari Kelomang, Hewan Kecil Indikator Kesehatan Lingkungan Laut

Next Post

16 Dokter Baru UNG Resmi Dilantik

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
16 Dokter Baru UNG Resmi Dilantik

16 Dokter Baru UNG Resmi Dilantik

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Penumpang Angkutan Laut 1,7 Juta Orang, Batam Terbanyak

Gempa Alaska, Peringatan Tsunami Berakhir

Karantina Ikan Memusnahkan Ribuan Koi dan Hirame Asal Jepang

Keunggulan UNG Berfokus Riset Pengembangan Kawasan Teluk Tomini

Topan Muifa Mengarah ke Pesisir Cina Timur

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.