Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

33 Negara Kepulauan Cegah Bahan Kimia Beracun Dibuang ke Laut

redaksi
11 Juni 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Indonesia Akan Re-Ekspor 79 Kontainer Limbah B3

Ilustrasi limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). FOTO: KEMLU RI

Darilaut – Sejumlah negara kepulauan secara bersama mencegah buangan bahan kimia dan limbah berbahaya ke laut. Upaya bersama tersebut juga akan mencegah pelepasan sampah laut di negara-negara kepulauan dalam waktu lima tahun.

Dalam keterangan pers Unep.org (7/6) Thirty-three Small Island Developing States (SIDS) atau 33 Negara Berkembang Pulau Kecil, mengambil langkah signifikan menuju lingkungan yang lebih bersih.

Prakarsa secara global ini untuk menghindari sampah laut dan mengelola bahan kimia dan limbah berbahaya secara berkelanjutan.

Laporan PBB karena ukuran pulau yang kecil, kapasitas pembuangan yang terbatas, dan biaya ekspor yang mahal, lebih dari 80 persen limbah salah kelola di SIDS berakhir di laut.

Hal ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, percepatan efek perubahan iklim melalui emisi dari limbah, hilangnya pendapatan pariwisata nasional, dan dampak kesehatan bagi masyarakat lokal yang terpapar polusi.

Diluncurkan pada Konferensi Para Pihak Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm di Jenewa, Program Implementing Sustainable Low and Non-chemical Development in Small Island Developing States (ISLANDS) senilai $515 juta akan membantu negara-negara kepulauan di Atlantik, Karibia, India dan wilayah lautan Pasifik.

Prakarsa tersebut akan mencegah pelepasan lebih dari 23.000 metrik ton bahan kimia beracun dan lebih dari 185.000 metrik ton sampah laut pada tahun 2027.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Bahan Berbahaya Beracunlimbah B3Negara KepulauanUNEP
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Penyakit Baru Beredar Karena Interaksi Manusia dengan Hewan

Next Post

Penyelundup 2287 Telur Penyu Sisik Ditangkap di Bangka Belitung

Postingan Terkait

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

14 Mei 2026
Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

14 Mei 2026

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Next Post
Penyelundup 2287 Telur Penyu Sisik Ditangkap di Bangka Belitung

Penyelundup 2287 Telur Penyu Sisik Ditangkap di Bangka Belitung

Komentar tentang post

TERBARU

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

AmsiNews

REKOMENDASI

Penumpang Kapal Laut di Provinsi Gorontalo Meningkat

Bibit Siklon Tropis Berkembang di Dekat Kepulauan Aru, Laut Arafura

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Bikin Menu Berbahan Daun Kelor

Dosen Fakultas Kedokteran UNG Kembangkan Teknologi Aman untuk Penambang Emas Skala Kecil

Nelayan di Sulawesi Utara Perlu Dukungan untuk Tes Kesehatan

Dosen UGM Kembangkan Bilik Swab Covid-19

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.