Darilaut – Wilayah di Cina Selatan telah bersiap menghadapi topan (typhoon) Yagi. Sistem ini dalam enam jam terakhir telah meningkat menjadi topan super (Super typhoon) di Laut Cina Selatan.
Lebih dari 100 ribu kapal penangkap ikan mencari tempat berlindung di pelabuhan, begitu pula dengan pekerja perikanan lainnya.
Saat ini, topan super Yagi mengemas angin kencang dan gelombang tigga, serta membawa hujan lebat.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,8 meter (42 feet), kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Selama enam jam terakhir, menurut JTWC, Yagi terletak 393 km selatan-tenggara Hong Kong dan telah melacak ke barat dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot).
Menurut Observatorium Hong Kong Siklon Tropis Yagi akan bergerak melintasi bagian utara Laut Cina Selatan hari ini Kamis (5/9) dan Jumat (6/9). Secara umum sistem ini mengarah ke Semenanjung Leizhou dan Pulau Hainan.
Di bawah pengaruh Yagi, cuaca di pantai Guangdong akan memburuk karena angin kencang, hujan deras dan badai petir. Laut akan sangat ganas dengan ombak, kata Observatorium.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan kekuatan Yagi telah meningkat menjadi topan yang sangat dahsyat. Yagi bergerak lambat ke barat.
Tekanan udara pada pusatnya 915 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi.
Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 165 km (90 NM) dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 330 km (180 NM).
Melansir Xinhua, Provinsi Hainan dan Guangdong di Cina selatan telah menarik kapal-kapal nelayan di tengah serentetan langkah-langkah untuk bersiap menghadapi Topan Yagi yang mendekat.
Hainan akan menangguhkan pekerjaan dan sekolah mulai hari ini.
Pada hari Jumat, layanan transportasi dan pengiriman lokal di Hainan juga akan ditangguhkan, dan pasar serta tempat-tempat indah akan ditutup sementara karena Topan Yagi diperkirakan akan mendarat di sepanjang daerah pesisir dari Qionghai di Hainan ke Dianbai di Provinsi Guangdong.
Topan Yagi bisa menjadi topan terkuat yang melanda Hainan dalam 10 tahun terakhir, menurut Layanan Meteorologi Hainan.
Sebanyak 34.707 kapal nelayan di Hainan telah kembali ke pelabuhan atau tempat lain untuk mencari perlindungan dari topan, dan 69.970 nelayan telah dievakuasi ke darat. Semua pekerja pembudidaya ikan juga telah dievakuasi.
Di Guangdong sebanyak 84.873 kapal nelayan telah kembali ke pelabuhan untuk berlindung, dan 10.221 pembudidaya ikan telah dievakuasi.
Kapal penumpang melalui Selat Qiongzhou telah ditangguhkan sejak Rabu malam hingga Minggu (8/9).
15 Tewas di Filipina
Yagi dengan nama lokal Filipina “Enteng” sebelumnya telah melintasi dan melewati utara Pulau Luzon, Filipina. Badai tropis Yagi menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas.
Melansir kantor berita Filipina, PNA, provinsi Rizal memiliki jumlah kematian tertinggi, yakni delapan orang. Kemudian, Kota Cebu, Samar Utara, dan Kota Naga masing-masing mencatat dua kematian, sementara Negros Occidental melaporkan satu kematian.
Selain itu, 21 orang dilaporkan hilang sementara 15 orang juga terluka.
Sebanyak 1.720.568 individu atau 442.804 keluarga terdampak Enteng, dengan wilayah Bicol sebagai daerah yang paling terdampak, diikuti oleh Luzon Tengah, Visayas Timur, dan Metro Manila.
