Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization, WMO) pada hari Rabu mengatakan kondisi La Nina, yang melibatkan pendinginan skala besar suhu permukaan laut, telah menguat di Pasifik khatulistiwa timur dan tengah dengan peningkatan angin pasat dalam beberapa pekan terakhir.
Pejabat tinggi badan tersebut dengan cepat memperingatkan bahwa “triple dip” namun tidak berarti pemanasan global mereda.
“Luar biasa memiliki tiga tahun berturut-turut dengan La Nina. Pengaruh pendinginannya untuk sementara memperlambat kenaikan suhu global, tetapi tidak akan menghentikan atau membalikkan tren pemanasan jangka panjang,” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas.
Bersama-sama El Nino, La Nina dan kondisi netral disebut ENSO, yang merupakan singkatan dari El Nino Southern Oscillation, dan memiliki salah satu efek alami terbesar pada iklim, kadang-kadang menambah dan kadang-kadang meredam efek besar dari perubahan iklim yang disebabkan manusia, mulai dari pembakaran batu bara, minyak dan gas, kata para ilmuwan.
Sumber: BMKG (iklim.bmkg.go.id) dan Associated Press (Apnews.com)





Komentar tentang post